RSS

Arsip Kategori: Electronic Tutorial

Ground Plane Antenna Calculator

Bagi Anda yang gemar eksperimen pemancar FM, tentu sudah sangat mengenal yang namanya antenna Ground Plane. Proses pembuatan antena ini sangat mudah dan bahannya murah sertah mudah didapatkan di pasaran. untuk mendapatkan ukuran element antena yang sesuai tentunya memerlukan perhitungan yang cermat. Dibawah ini software yang dapat Anda gunakan untuk menghitung panjang element Antena.

Ground Plane Antenna Calculator

Download

Mufari Electronic Logo

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 22 April 2013 in Electronic Tutorial

 

Logic Circuit Simulator

Logic Circuit Simulator adalah software yang bisa digunakan untuk melihat apakah rangkaian digital yang mau kita rakit bisa berfungsi dengan baik melalui software simulator

Download-LogicCircuit-designing-simulating-digital-logic-circuits copy

Mufari Electronic Logo

Download

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 April 2013 in Electronic Tutorial

 

Komponen Televisi (TV) beserta fungsinya

Rangkaian Catu Daya (Power Supply)
Rangkaian berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi DC yang selanjutnya didistribusikan ke seluruh rangkaian.
Rangkaian catu daya dibatasi oleh garis putih pada PCB dan daerah di dalam kotak merah. Daerah di dalam garis putih adalah rangkaian input yang merupakan daerah tegangan tinggi (live area). Sementara itu, daerah di dalam kotak merah adalah output catu daya yang selanjutnya mendistribusikan tegangan DC ke seluruh rangkaian TV.
1.bmp
Rangkaian Penala (Tuner)
Rangkaian ini terdiri dari penguat frekuensi tinggi ( penguat HF ), pencampur (mixer), dan osilator lokal. Rangkaian penala berfungsi untuk menerima sinyal masuk (gelombang TV) dari antena dan mengubahnya menjadi sinyal frekuensi IF.
http://xzodia.mywapblog.com/files/2.jpg
Rangkaian penguat IF (Intermediate Frequency)
Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal hingga 1.000 kali. Sinyal output yang dihasilkan penala (tuner) merupakan sinyal yang lemah dan yang sangat tergantung pada pada sinyal pemancar, posisi penerima, dan bentang bentang alam. Rangkaian ini juga berguna untuk membuang gelombang lain yang tidak dibutuhkan dan meredam interferensi pelayanan gelombang pembawa suara yang mengganggu gambar.
Rangkaian Detektor Video
Rangkaian ini berfungsi sebagai pendeteksi sinyal video komposit yang keluar dari penguat IF gambar. Selain itu, rangkaian ini berfungsi pula sebagai peredam seluruh sinyal yang mengganggu karena apabila ada sinyal lain yang masuk akan mengakibatkan buruknya kualitas gambar. Salah satu sinyal yang di redam adalah sinyal suara.
Rangkaian Penguat Video
Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal luminan yang berasal dari deteltor video sehingga dapat menjalankan layar kaca atau CRT (catode ray tube). Didalam rangkaian penguat video terdapat pula rangkaian ABL (automatic brightness level) atau pengatur kuat cahaya otomatis yang berfungsi untuk melindungi rangkaian tegangan tinggi dari tegangan muatan lebih yang disebabkan oleh kuat cahaya pada layar kaca.
Rangkaian AGC (Automatic Gain Control)
Rangkaian AGC berfungsi untuk mengatur penguatan input secara otomatis. Rangkaian ini akan menstabilkan sendiri input sinyal televisi yang berubah- ubah sehingga output yang dihasilkan menjadi konstan.
4.bmp
Rangkaian Defleksi Sinkronisasi
Rangkaian ini terdiri dari empat blok, yaitu rangkaian sinkronisasi, rangkaian defleksi vertikal, rangkaian defleksi horizontal, dan rangkaian pembangkit tegangan tinggi.
5.bmp
Rangkaian Audio
Suara yang kita dengar adalah hasil kerja dari rangkaian ini, sinyal pembawa IF suara akan dideteksi oleh modulator frekuensi (FM). Sebelumnya, sinyal ini dipisahkan dari sinyal pembawa gambar.
6.bmp

Mufari Electronic  Phone : 085 785 356 895

Mufari Electronic Logo

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 8 April 2013 in Electronic Tutorial

 

Scada

Apa sich SCADA itu..

SCADA merupakan singkatan dari Supervisory Control And Data Acquisition.Maksud dari SCADA yaitu pengawasan,pengontrolan dan pengumpulan data. Suatu sistem SCADA terdiri dari sejumlah RTU (Remote Terminal Unit), sebuah Master Station/ RCC (Region Control Center), dan jaringan telekomunikasi data antara RTU dan Master Station.

Nah dalam komunikasi antara Master Station (MS) dengan setiap Remote Terminal Unit (RTU) dilakukan melalui media yang bisa berupa fiber optik, PLC (power line carrier), atau melalui radio, dimana dalam hal ini data dikirimkan dengan protokol tertentu (biasanya tergantung vendor SCADA yang dipakai) misalnya Indactic 33, IEC-60870, dll. Sistim ini banyak dipakai di lapangan produksi minyak dan gas (Upstream),Jaringan Listrik Tegangan Tinggi (Power Distribution) dan beberapa aplikasi sejenis dimana sistem dengan konfigurasi seperti ini dipakai untuk memonitor dan mengontrol areal produksi yang tersebar di area yang cukup luas. Istilah SCADA, DCS (Distributed Control System), FCS dan PLC (Programmable Logic Control ) saat ini sudah menjadi agak kabur karena aplikasi yang saling tumpang tindih. Walaupun demikian kita masih bisa membedakan dari arsitektur-nya yang serupa tapi tak sama. Sesuai dengan rancang bangun awalnya, DCS lebih berfungsi baik untuk aplikasi kontrol proses, sedangkan SCADA lebih berfungsi baik untuk aplikasi seperti istilah diterangkan diatas SCADA telah mengalami perubahan generasi, dimana pada awalnya design sebuah SCADA mempunyai satu perangkat MTU yang melakukan Supevisory Control dan Data Acquisition melalui satu atau banyak RTU yang berfungsi sebagai (dumb) Remote I/O melalui jalur komunikasi Radio, dedicated line Telephone dan lainnya. Generasi berikutnya, membuat RTU yang intelligent, sehingga fungsi local control dilakukan oleh RTU di lokasi masing-masing RTU, dan MTU hanya melakukan supervisory control yang meliput beberapa atau semua RTU. Dengan adanya local control, operator harus mengoperasikan masing-masing local plant dan membutuhkan MMI local. Banyak pabrikan yang mengalihkan komunikasi dari MTU – RTU ke tingkatan MMI (Master) – MMI (Remote) melalui jaringan microwave atau satelit. Ada juga yang mengimplementasi komunikasinya pada tingkatan RTU, karena berpendapat bahwa kita tidak bisa mengandalkan system pada Computer, dan komunikasi pada tingkatan Computer (MMI) membutuhkan bandwidth yang lebar dan mahal. Dengan majunya teknologi Intranet dan Internet saat ini, concept SCADA diatas berubah menjadi lebih sederhana dan memanfaatkan infrastruktur Intranet yang pada saat ini umumnya sudah dibangun oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Pertamina. Apabila ada daerah-daerah atau wilayah yang belum terpasang infrastruktur Intranet, saat ini dipasaran banyak bisa kita dapatkan Wireless LAN device yang bisa menjangkau jarak sampai dengan 40 km (tanpa repeater) dengan harga relatif murah. Setiap Remote Area dengan sistem kontrolnya masing-masing yang sudah dilengkapi dengan OPC (OLE for Process Control; OLE = Object Linking & Embedding) Server, bisa memasangkan suatu Industrial Web Server dengan Teknologi XML yang kemudian bisa dengan mudah di akses dengan Web Browser biasa seperti yang kita gunakan untuk Internet Browsing seperti MS Internet Explorer, Netscape, dsb. Dari Web Browser ini kita bisa mendapatkan semua tampilan seperti pada layar MMI local, atau dibuatkan tampilan sendiri sesuai kebutuhan. Kontrol tetap bisa dilakukan melalui Web Browser ini sebagaimana layaknya MMI di lokasi local. Untuk sekuriti, system harus kita lengkapi dengan Router yang hanya mem-publish Web Server ke WAN (Wide Area Network) untuk mengisolir hacker untuk mengganggu Control System pada Control Network kita di lokasi masing-masing.

Industrial Web Server juga dilengkapi dengan banyak sekali fasilitas sekuriti, seperti login name dengan password, menentukan komponen mana yang perlu di-publish dan mana yang ‘read only’, mana yang bisa dilakukan ‘control’ dari remote, dan sebagainya. System seperti ini populer dengan sebutan Remote Application Control System (RACS), yang makin digemari orang, karena sebenarnya hal seperti inilah yang dibutuhkan pada waktu kita akan memasangkan suatu SCADA system. Idealnya, seluruh Pertamina mulai dari EP dengan TMG-nya, UP dengan banyak Unit Daerahnya, PDN dengan jaringan Distribusi dan Pemasarannya, dengan mudah bisa di-integrasikan melalui teknologi Intranet dan Internet. Bahkan kita bisa me-launch Web Server kita ke jaringan Internet yang otomatis bisa kita akses dari manapun di seluruh dunia. Sedikit tambahan,beberapa peralatan/istilah yg lazim digunakan dlm Control System, yaitu: SCADA (Supervisory, Control, and Data Acquisition) HMI/MMI (Human/Man Machine Interface) PLC (Programmable Logic Controller) DCS (Distributed Control System) Remote I/O (Input/Output) Signal Conditioning Data Transferred Media (Coaxial Cable, Optic Cable, Radio Freq) Processor, Memory(RAM/ROM) ..dst Control System itu memiliki Hirarki/Tingkatan/Level dalam sistemnya, dan teknologi terbaru saat ini hirarki2 tsb sdh menjadi terintegrasi yg kemudian dikenal dgn istilah “Integrated System” (klo yg ini ntar pembahasannya bisa jd lebih lebar dan luas lagi). Secara sederhana/gampangnya Hirarki-nya dibagi menjadi beberapa tingkatan: Level 1 (yg paling bawah) adalah : Instrument, Motor, M/C (yg berhubungan secara langsung dgn Proses) Level 2 : PLC / DCS, adalah perangkat yg spt halnya PC memiliki Processor, Memory, jg I/O yg terkoneksi ke Equipment2 di Level 1. Nah, Program2 itulah yg dibuat & diLoad oleh User ke Memory agar Processor meng-eksekusi perintah2 tsb melalui Remote I/O-nya. Ada 2 type yaitu Analog dan Digital. Level 3 : HMI/MMI (semacam Panel Digital) atau SCADA berupa Software yg terinstal di Computer/PC untuk membantu User memahami/mengawasi/mengontrol(value adjustment) proses yg berlangsung atau juga kondisi equipment di Plant melalui Layar Monitor (biasanya di Control Room) Selain itu data2 yg telah terbaca tersebut bisa disimpan/direcord/diLog dlm storage disk di PC, sehingga Trend dr proses atau equimpent bisa diketahui (per-day/per-week/per-month/ dst) Kalau masalah bgmna hubngnya dgn Networking kemudian Analisa, maka kalau diruntutkan dari level yg paling rendah itu adalah proses Signal Conditioning (Analog to Digital Converter/ADC, DAC, Signal Coding Methode, Profibus, Profinet, Controlnet,… dst) kemudian jika signal data2 trsbut sdh ter-Kondisikan/se-type spt halnya signal data komputer barulah kemudian itu urusannya Computer Networking (Client-Server) Demikian dulu sedikit ulasan tentang SCADA,maaf kalau tulisannya kurang terstrukur karena memang tulisan ini merupakan rangkuman dari tulisan2 rekan2 yang ada di internet.Maklum aja,aku juga lagi belajar tentang SCADA…So yang aku tahu cuma gambaran umumnya saja…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Juli 2012 in Electronic Tutorial

 

Merakit Sendiri Antena Yagi 7 Element Freq. 144 MHz

Setelah sebelumnya kami posting “merakit antena Hustler” kini kita coba kita bahas merakit sendiri antena horizontal, tepatnya antena yagi. Antena yagi kali ini berjumlah 7 element.
Selamat Mencoba….

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada 10 Mei 2012 in Electronic Tutorial

 

Merakit Sendiri Antena Hustler

Kami menyediakan Antena Hustler Lokal (HARJO)

G6 ( 2 X 5/8 lambda) Harga  450.000

G7 ( 3 X 5/8 lambda) Harga  550.000

G9 ( 4 X 5/8 lambda) Harga  750.000

Phone : 085 785 356 895

Hustler G9 anton copy

Photo-0151 copy

Antena Hustler (baca : hasler), bagi seorang amatir radio.. sudah tidak asing lagi. Antena jenis ini telah beberapa kali menjadi jawara… dalam beberapa lomba radio dubbing…. atau lebih dikenal dengan “Radio Balap”. Kali ini kami
akan mengajak Anda untuk merakit sendiri antena Hustler, yaitu tipe G7 144 MHz. Antena hustler panjangnya adalah 3 X 5/8   atau  3 X (0,625 X 2), kurang lebih 3,75 meter.

Ukuran Loading
Loading 1 =  8 Lilit (3+5), Diameter Kawat 2 mm, spasi 3 mm,
diameter loading (pipa PVC) 1 dim
Loading 2 =  80 Lilit, Diameter Kawat 1,5 mm, spasi 2 mm,
diameter loading (pipa PVC) 3/4 dim
Loading 3 =  80 Lilit, Diameter Kawat 1,5 mm, spasi 2 mm,
diameter loading (pipa PVC) 1/2 dim

Untuk ukuran pipa aluminium, menyesuaikan dengan ukuran loading, maupun ukuran bracket ground. Jumlah lilitan dan diameter kawat bisa dimodifikasi sesuai dengan keperluan. Jika Anda mengalami kesulitan melilit loading dengan kawat
email, Anda bisa menggantinya dengan kabel NYY (kawat engkel).

Jika Anda mengalami kesulitan dengan bracket ground, mufari electronic juga menyediakan bracket tersebut..

Selamat Ber-eksperimen… Semoga sukses

Mufari Electronic  Phone : 085 785 356 895

 
82 Komentar

Ditulis oleh pada 25 April 2012 in Electronic Tutorial

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.